Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kota Tegal Provinsi Jawa Tengah ||

Berita


Untuk usaha harus berani hutang tetapi tetap perhitungan

2015-07-13 15:20:46

Tegal-Kankemenag Kota Tegal selaku Ketua Umum Bazda H. Nuril Anwar, SH, MH mengharapkan agar hibah dan pinjaman modal yang diberikan Bazda bisa bermanfaat dan barokah, sehingga kegiatan usaha yang dilakukannya semakin berkembang dan bertambah besar. “Untuk jadi besar harus merangkak dari bawah. Kalo langsung besar nanti jatuh”, katanya.

Hal itu ia sampaikannya dalam acara penyerahan bantuan modal hibah dan pinjaman bergulir Bazda kepada pelaku UMKM yang berlangsung di Aula Kemenag.  Sebanyak 62 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) menerima hibah modal usaha dari Badan Amil Zakat Daerah(Bazda) Kota Tegal. Sementara 147 pelaku UMKM lainnya mendapatkan pinjaman modal bergulir tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian selama sepuluh bulan, Senin, (23/02).

Beliau juga mengingatkan agar ketika gagal jangan lantas putus asa. Untuk itu pihaknya memberi support, dorongan dan semangat. Walaupun hibah dan pinjaman  modal ini nilainya sedikit, tetapi bila dikembangkan lama-lama menjadi bukit. Dalam hal ini, usaha harus dijalankan dengan serius. Untuk itu diharapkan ada laporan atas perkembangan dan kemajuan usaha dari modal yang diberikan, sehingga dana yang didistribusikan betul-betul manfaat.

Dijelaskannya bahwa pihaknya memprogramkan melalui pinjaman modal bergulir dari dana UMKM ini dalam waktu tiga tahun diharapkan sudah mandiri. Usaha yang sebelumnya kecil dalam waktu tiga tahun tersebut menjadi sedang. Karena menurutnya kalau sudah berada di level sedang maka sudah bisa mandiri. Ibarat anak kecil sudah bisa berjalan.

Ditambahkannya dalam melakukan usaha harus memiliki keberanian untuk berhutang. Dengan catatan tetap dengan perhitungan. “Untuk usaha harus berani hutang tapi tetap perhitungan”, ujarnya.

Hibah modal diberikan kepada UMKM yang sudah tiga tahun berturut-turut menerima pinjaman modal bergulir dan tidak bermasalah dalam penggunaan atau lancar dalam pengembalian dana sesuai jangka waktu yang ditentukan. Sedangkan penerima bantuan modal usahan bergulir diberi jangka waktu pengembalian sepuluh bulan tanpa bunga. Bila pengembaliannya lancar, pada tahun keempat pinjaman modal tersebut akan diberikan sebagai hibah.

Untuk diketahui diantara faktor utama dalam pengembangan UMKM adalah permodalan. Oleh karena itu, pemberian hibah dan pinjaman modal usaha bergulir yang dilakukan Bazda Kota Tegal memiliki peran penting dalam pengembangan UMKM untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan ummat. Karena dengan UMKM peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Tegal untuk hidup mandiri dan berdikari dapat terwujud.(lil)

an terus berlanjut menurutnya ada kemungkinan terjadi merger antara KBIH. .”Tiga tahun berturut-turut tidak memenuhi kuota, maka tidak bisa melanjutkan perpanjangan izin operasional”, tandasnya. (lil)

 

 


Bantuan untuk TPQ dan Madin kembali diusulkan

2015-07-13 15:10:01

Tegal- Bantuan untuk TPQ dan Madin kembali diusulkan. Hal itu mengemuka dalam Rapat koordinasi antara Kankemenag dengan TPQ (Taman Pendidikan al-Qur’an) dan Madin (Madrasah Diniyyah) se Kota Tegal, Rabu, (18/02). Kegiatan berlangsung di ruang Aula Kankemenag dan dihadiri Kepala TPQ dan Madin. Kepala Kankemenag Kota Tegal, H. Nuril Anwar, SH, MH di kesempatan itu memberikan penjelasan terkait dengan usulan pemberian bantuan (insentif) untuk TPQ dan Madin baik untuk honor guru, operasional maupun kegiatan kepada Pemkot Tegal. Untuk itu pihaknya akan segera menemui Walikota Tegal Hj. Siti ... [Read More]


Tiga tahun berturut-turut tidak memenuhi kuota, izin operasional tidak bisa dilanjutkan

2015-07-13 15:00:23

Tegal-Kemenag sebagai penyelenggara haji memiliki kewenangan untuk melakukan akreditasi terhadap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Akreditasi KBIH dilakukan sebagai proses penilaian kelayakan suatu lembaga bimbingan ibadah haji oleh pemerintah melalui Kemenag sesuai dengan aturan yang berlaku. Penilaian yang dilaksanakan dalam hal yang berhubungan dengan persiapan dan kesiapan KBIH sebagai mitra pemerintah dalam menyelenggarakan bimbingan haji kepada masyarakat. Melalui proses akreditasi ini KBIH dapat memperoleh izin maupun tidak memperoleh izin pelaksanaan bimbingan haji. Di wilayah k ... [Read More]


Kankemenag gelar Rakor implementasi Kurikulum 2013 PAI

2015-07-13 14:57:22

Tegal-Kankemenag Kota Tegal menggelar rapat koordinasi berkenaan dengan Implementasi Kurikulum 2013 PAI pada Sekolah, Kamis, (05/02). Bertempat di Aula Kantor, kegiatan ini dihadiri Kakankemenag, Kasubbag TU, Pengawas PAI dan sekitar 100 guru PAI yang bertugas di Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kota Tegal. Kegiatan tersebut digelar guna menyamakan persepsi berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 PAI pada Sekolah Dasar (SD).

Seperti diketahui terkait dengan Kurikulum 2013 yang mengundang polemik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 160 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Akan tetapi Kementerian Agama memutuskan untuk tetap melanjutkan metode pengajaran Kurikulum 2013 pada Pelajaran Agama Islam di Madrasah. Sehingga, tidak mengikuti seruan Kemendikbud untuk menghentikan Kurikulum 2013. Sebab dalam Permendikbud tersebut tidak dinyatakan bahwa Kurikulum 2013 diberhentikan secara subtansial, tetapi ditangguhkan pemberlakuannya karena dianggap belum siap dalam pelaksanaannya. Adapun Implementasi Kurikulum 2013 PAI pada Sekolah, Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE/DJ.1/PP.00/143/2015.

 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan, pengelolaan pendidikan agama dan keagamaan dilaksanakan oleh Menteri Agama. Dan atas dasar Surat Edaran dari Ditjen Pendis Nomor: SE/DJ.1/PP.00/143/2015 tentang Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah, maka Implementasi Kurikulum 2013 PAI pada Sekolah berlaku di seluruh Indonesia. Demikian dikatakan Kakankemenag H. Nuril Anwar, SH, MH saat memberikan pembinanaan kepada guru PAI SD di acara ini.

 

Kakankemenag dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar guru PAI dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru agama dengan baik. Guru PAI diharapkan mampu mengantarkan anak didiknya ke depan menjadi anak yang berilmu, dan memiliki agama yang mantap. Selain itu mengantarkan mereka untuk menjadi anak yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt, dengan mengajarkan dan mengajak untuk salat berjama’ah dan mengajarkan mengaji (membaca al-Qur’an).

 

Oleh karena tugas itulah maka menurutnya guru agama memiliki keistimewaan. Sebab mengajarkan agama untuk kepentingan dunia dan akhirat. Guru agama juga berbeda dengan guru pada umumnya, sehingga dituntut untuk mengikuti ketentuan syar’i termasuk ketika bertugas.

 

Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran praktek lebih banyak diberikan kepada peserta didik. Untuk itu dalam proses pembelajaran PAI, Kakankemenag meminta guru PAI untuk mengajarkan lebih banyak praktek, tidak hanya mengajarkan teori-teori saja._lil

 


Proses pendaftaran haji bisa selesai setengah jam

2015-07-13 14:38:33

Tegal- Kankemenag Kota Tegal menerapkan pelayanan haji dalam satu atap. Dalam hal ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemkot Tegal dan Bank BRI. Kedua instansi tersebut membuka unit pelayanan di Kankemenag. Pelayanan haji satu atap mendapat dukungan penuh dari IPHI Kota Tegal, dengan memberikan dana hibah untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas pendukung pelayanan.

Sejak diresmikan awal tahun lalu oleh Kakanwil Kemenag Jateng Drs. H. Khaeruddin, MA waktu itu, pelayanan haji satu atap telah memberikan banyak manfaat yang sangat dirasakan masyarakat. Masyarakat tidak perlu lagi harus ke bank untuk membuka tabungan haji maupun untuk pembayaran administrasi pendaftaran haji. Begitupun dengan pemeriksaan kesehatan, pendaftar haji tidak perlu ke puskesmas, cukup melakukan pemeriksaan di satu tempat yakni di Kankemenag.

Melalui pelayanan satu atap ini pelayanan haji lebih efektif dan efisien. Semua proses pendaftaran haji dapat dilakukan di satu tempat sehingga menghemat waktu dan tenaga. Hal ini yang kini sangat dirasakan masyarakat. Berbeda halnya bila pelayanan ibadah haji masih terpisah-pisah. Otomatis para pendaftar haji harus bolak-balik ke bank dan pukesmas, sehingga kurang efisien dan menyulitkan.

Respon masyarakat cukup bagus terhadap adanya pelayanan haji satu atap ini, seperti yang dikatakan Kasi Haji, Drs. H.  Abdul Ghofir di ruang kerjanya, (28/01). Dikatakannya masyarakat merasa dilayani, tidak lagi seperti dipingpong, harus bolak-balik ke Kankemenag, bank dan puskesmas untuk mengurus pendaftaran haji. Proses pendaftaran haji bisa selesai dalam waktu setengah jam, hingga langsung mendapat porsi. “Semua ini terlaksana berkat izin Allah Swt dan dukungan semua pihak, pimpinan, semua instansi yang terlibat dan masyarakat dalam hal ini IPHI yang telah membantu pembangunan gedung dan meubelernya sebagai hibah untuk negara. Artinya negara diuntungkan dengan pemberian hibah ini”, ungkapnya.

Ditambahkannya pelayanan haji satu atap ini didukung fasilitas gedung yang cukup representatif, dengan setting ruangan dan fasilitas pendukung layaknya bank, sehingga semuanya merasa terlindungi dan nyaman.

Kota Tegal menjadi pelopor dalam pelayanan haji satu atap dan menjadi satu-satunya di Jawa Tengah. Terobosan ini menjadi bagian dari program unggulan Kankemenag Kota Tegal untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.(lil)

 


Jumlah pengawas tak sebanding dengan kebutuhan di lapangan

2015-07-13 14:32:42

Tegal-Lima orangpengawas PAI diambil sumpah jabatan dan dikukuhkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, H. Nuril Anwar, SH, MH, (21/01). Digelar di aula kantor acara tersebut dihadiri para pejabat struktural dan para pegawai di lingkungan Kankemenag Kota Tegal, serta sejumlah tamu undangan.

Pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi perhatian dan pesan Kakankemenag kepada pengawas PAI yang baru diambil sumpahnya. Adalah untuk ikut mengawal kurikulum 2013. Karena Kemenag tetap menerapkan kurikulum 2013 ini dalam pembelajaran PAI.

Menurutnya sekarang ini pengawas diberi porsi dan tanggungjawab yang lebih besar seperti berkenaan dengan SKP guru, mutasi dan promosi serta pendataan guru-guru yang belum bersertifikasi. Dengan demikian pengawas mempunyai power yang kuat dalam pembinaan guru.

Kakankemenag kembali mengingatkan, bahwa pengawas memiliki kewajiban dan tanggungjawab untuk turut mengantarkan anak-anak bisa mengaji/membaca al-Qur’an dengan baik dan benar baik tingkat SD,SMP, maupun  SMA.

Jumlah pengawas Kankemenag Kota Tegal saat ini hanya lima orang. Hal ini tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Namun untuk pengusulan dan pengangkatan pengawas sendiri menemui kendala. Karena yang menandatangani SK pengawas adalah Menteri bukan Kakanwil. Kankemenag sebenarnya telah mengusulkan pengangkatan pengawas, tetapi sampai saat ini SK belum turun.

Terkait dengan implementasi kurikulum 2013 di sekolah dirinya meminta kerjasama dan bantuan Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan. Permintaan itu disampaikannya langsung kepada Kadisdik Kota Tegal, Herlien Tedjo Oetami yang hadir menyaksikan jalannya pengambilan sumpah dan pengukuhan pengawas PAI_lil

;mso-bidi-font-family: Arial;mso-bidi-theme-font:minor-bidi'>Menurutnya peran penyuluh sangat dibutuhkan untuk keberhasilan program ini. Melalui kegiatan kepenyuluhan yang dilakukannya, penyuluh diminta untuk memberikan pemahaman mengenai zakat dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berzakat. Hal tersebut dapat dilakukan diantaranya melalui pengajian/ceramah keagamaan yakni menjadikan masalah zakat sebagai materi di setiap ceramah keagamaan/ yang mereka sampaikan kepada masyarakat.(lil)

 

 


Tes seleksi penyuluh agama islam non PNS diikuti 27 pelamar

2015-07-13 14:29:20

Tegal-Seleksi penyuluh agama islam non PNS Kantor Kementerian Agama Kota Tegal tahun 2015, berlangsung di Aula Kankemenag, (08/01). Pada seleksi yang diikuti oleh 27 peserta tersebut, selain tes tertulis peserta juga harus mengikuti tes wawancara. Dari jumlah peserta yang ada hanya 12 orang yang akan direkrut menjadi penyuluh non PNS.

Kuota penyuluh non PNS Kota Tegal Sesuai  anggaran dalam DIPA 2015 adalah 65 orang. Kuota tersebut sama dengan tahun lalu. Namun saat ini hanya ada 53 penyuluh non PNS yang masih aktif. Adapun 12 orang lainnya ada yang mengundurka diri, meninggal dunia atau sudah tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Atas dasar itu maka dilakukan seleksi untuk memenuhi kekurangan yang ada.

Keberadaan penyuluh agama islam sangat penting. Penyuluh menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program unggulan Kankemenag Kota Tegal. Khususnya terkait dengan program peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengeluarkan zakat yang masih rendah. Padahal dilihat dari jumlah umat islam Kota Tegal, potensi zakat yang ada masih cukup besar untuk digali dan ditingkatkan. Hal tersebut sebagaimana yang berulang kali disampaikan Kakankemenag Kota Tegal H. Nuril Anwar.

Menurutnya peran penyuluh sangat dibutuhkan untuk keberhasilan program ini. Melalui kegiatan kepenyuluhan yang dilakukannya, penyuluh diminta untuk memberikan pemahaman mengenai zakat dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berzakat. Hal tersebut dapat dilakukan diantaranya melalui pengajian/ceramah keagamaan yakni menjadikan masalah zakat sebagai materi di setiap ceramah keagamaan/ yang mereka sampaikan kepada masyarakat.(lil)

 


Pesan penting HAB ke-69 Kemenag Tahun 2015

2015-07-13 14:20:34

Tegal- 3 Januari laluKementerian AgamamemperingatiHari Amal Bakti (HAB)  yang ke-69. Seperti biasa, pada Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, HAB dirayakan denganserangkaian kegiatan. Mulai dari perlombaan, tasyakuran, upacara bendera dan ditutup dengan jalan santai.

HAB ke-69 Kemenag tahun 2015 digelar lebih sederhana sesuai instruksi pusat. Setelah gelaran beberapa perlombaan, Jumat malam diadakan tasyakuran di aula Kankemenag yang dihadiri seluruh pegawai di lingkungan Kankemenag Kota Tegal,(02/01).

Sabtu pagi 3 Januari 2015 dilakukan upacara bendera. Hal berbeda terlihat, karena peserta yang terdiri seluruh pegawai di lingkungan Kankemenag Kota Tegal, guru dan TU MTsN dan MAN Kota Tegal mengenakan seragam putih hitam.

Jalan santai menjadi penutup rangkaian kegiatan HAB ke- 69 Kemenag tahun 2015 yang digelar seusai upacara bendera. Seperti biasa pembagian doorprize menjadi daya tarik tersendiri para peserta jalan santai, yang juga diikuti para siswa-siswi MTs N maupun MAN Kota Tegal.

Tema peringatan ulang tahun Kementerian Agama ke-69 tahun 2015 kali ini yaitu menegakkan nilai-nilai integritas, profesionalitas, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan sebagai ruh budaya kerja Kementerian Agama. Terkait dengan HAB, sejalan dengan tema tersebut Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, H. Nuril Anwar yang bertindak sebagai pembina upacara peringatan HAB, mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama agar senantiasa meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan lima nilai budaya kerja yang kita miliki.

Apa yang disampaikan Menteri Agama menjadi pesan penting peringatan HAB kali ini. Adalah sudah seharusnya selaku aparatur Kementerian Agama untuk melaksanakannya. Kinerja dan pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan dengan mengedepankan lima budaya kerja yang menjadi ruh Kemenag tersebut.

Hal itu pula yang selalu ditekankan Ka Kankemenag Kota Tegal, seperti saat malam tasyakuran agar seluruh pegawai di lingkungan Kankemenag Kota Tegal meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat sejalan dengan tunjangan kinerja yang telah diterimanya.

Sementara itu bertempat di aula kantor dilakukan rapat pembubaran panitia HAB ke-69, Rabu (07/01). Meski dengan anggaran terbatas dan peringatan yang lebih sederhana pelaksanaan HAB ke-69 berjalan sukses dan menyenangkan. Demikian diungkapkan Kakankemenag dalam sambutannya seraya mengucapkan terimakasih kepada panitia khususnya dan semua pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan HAB ke-69 Kemenag_lil