Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kota Tegal Provinsi Jawa Tengah Jl. Perintis Kemerdekaan No. 99 Kota Tegal 52125 Telp./ Fax (0283) 353002 e-mail: kotategal@kemenag.go.id Website : kotategal.kemenag.go.id ||

Sikap Kecintaan Berlebihan Menjurus kepada Primordialisme

2017-12-20 08:28:29

Tegal – KakanKemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan menyebutkan sikap kecintaan terhadap sesuatu yang berlebihan atau yang disebut primordialisme berpotensi untuk memecah belah keutuhan umat. Pasalnya, hal tersebut bertentangan dengan ideologi Pancasila yang mengandung unsur kebinekaan.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi narasumber pada acara Diskusi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama, Rabu (13/12) di Ruang Aula Eks Samsat Balaikota Tegal, hadir dalam acara tersebut sekitar 100 peserta dari berbagai agama yang ada di Kota Tegal.

“Dulu sikap primordialisme pernah ada, namun setelah adanya pembacaan proklamasi, secara otomatis sikap tersebut dengan sendirinya menghilang. Namun justru saat ini muncul kembali,” ujarnya.

Ia mencotohkan sikap primordialisme dapat digambarkan dalam suatu paham atau ide dari anggota masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah suku-suku bangsa, tetapi dapat juga berbentuk lain yang mengarah kepada Ras juga Agama.

Mari kita hindari sikap terlalu membanggakan/berlebihan terhadap suku atau ras yang mengarah kepada Primordialisme yang berefek meremehkan suku atau ras lainnya, baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertama kita, “Ajak Farkhan.

Beberapa masalah yang saat ini melanda yakni perbedaan pendapat mengarah pada prinsip latar belakang etnis yang ujungnya disangkut pautkan dengan agama, sikap seperti ini yang menyentuh hal sensitif, sehingga memicu perpecahan NKRI.

Kami berharap, kondisi masyarakat yang seperti ini bisa dibenahi, agar masyarakat bisa berjalan dengan serasi dan harmonis yang nantinya akan menciptakan suasana integritas sosial, saling tolong-menolong tanpa melihat perbedaan sebagaimana simbol “bhineka tunggal ika,”harap Farhan. (IM)