Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kota Tegal Provinsi Jawa Tengah Jl. Perintis Kemerdekaan No. 99 Kota Tegal 52125 Telp./ Fax (0283) 353002 e-mail: kotategal@kemenag.go.id Website : kotategal.kemenag.go.id ||

Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh


TATA CARA PENDAFTARAN HAJI

2020-10-24 23:04:01

TATA CARA PENDAFTARAN HAJI

 

1.TATA CARA PENDAFTARAN HAJI

A. PERSYARATAN PENDAFTARAN HAJI

            1. Beragama Islam;

            2. Berusia Minimal 12 Tahun pada saat pendaftaran;

            3. Bagi yang sudah haji, bisa mendaftar kembali setelah 10 (sepuluh) tahun keberangkatan haji terakhir;

            4. Fotocopy KTP yang masih berlaku sesuai dengan domisili 3 lembar;

            5. Fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar; ( menunjukkan yang asli)

            6. Fotocopy Akte Kelahiran / kutipan akta nikah;

            7. Pas Foto terbaru berwarna 3 x 4 = 12 lembar dan 4 x 6 = 2 lembar, dengan latar belakang /background putih dengan ketentuan :

                a. Tampak wajah 80% (persen);

                b. Warna baju/kerudung harus kontras dengan latar belakang;

                c. Tidak memakai pakaian dinas;

                d. Tidak memakai kacamata;

                e. Bagi calon jemaah haji wanita wajib menggunakan busan muslimah;

            8. Gubernur dapat menambahkan persyaratan berupa surat keterangan domisili.

B. PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI

            1.BANK PENERIMA SETORAN BPIH ( BPS – BPIH)

                        I.Datang ke Bank Penerima Setoran (BPS) Syari’ah untuk membuka rekening tabungan haji dengan setoran minimal Rp. 25.000.000,- ( dua puluh lima juta rupiah )

                              a. Membawa data/identitas pribadi berupa KTP, Kartu keluarga ( C1 ), Akte Nikah/Akte Lahir dan membuka rekening tabungan haji;

                              b. Meminta untuk diterbitkan NOMOR VALIDASI oleh Bank;

                              c. Masa berlaku NOMOR VALIDASI 5 hari kerja terhitung setelah menerima dari BANK;

                              d. Membawa pasfoto berwarna 3 x 4 = 5 lembar dan 4 x 6 = 1 lembar dengan background/latar belakang putih , tampak 80 % wajah.

                        II. Bank Penerima setoran menerbitkan bukti setoran awal BPIH ( Biaya Pendaftaran Ibadah Haji ) sebanyak 5 lembar dengan rincian :

                               a. Lembar pertama bermaterai Rp. 6000,- untuk calon jemaah haji;

                               b. Lembar kedua untuk BPS BPIH ( Bank Penerima Setoran biaya Pendaftaran ibadah haji );

                               c. Lembar ketiga untuk Kantor Kementerian Agama Kota;

                               d. Lembar keempat untuk Kanwil Kemenag. DIY;

                               e. Lembar kelima untuk Dirjen. PHU Kemenag RI.

 

 2.KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA TEGAL

         a. Calon jemaah yang bersangkutan datang langsung ke Kantor Kemenag. Kota YK ( Seksi penyelengaraan Haji dan Umroh );

            b. Diterima oleh petugas bagian pendaftaran untuk verifikasi kelengkapan berkas pendaftarannya meliputi :

                        √  Membawa setoran awal BPIH ( Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji ) dari Bank Penerima setoran;

                        √  Lembar 1 setoran awla BPIH ( warna putih ) diterima kembali oleh jemaah, lembar 3, 4 dan 5 BPIH disimpan di Kementerian Agama Kota;

                        √  Fotocopy KTP 3 lembar;

                        √  Fotocopy bukti rekening setoran tabungan Haji Rp.25.000.000;

                        √  Fotocopy akte nikah / akte lahir = 1 lembar

                        √  Fotocopy Kartu Keluarga ( C1 );

                        √  Pasfoto berwarna 3 x 4 = 6 lembar dan 4 x 6 = 1 lembar tampak wajah 80 %.

 

3. SISKOHAT ( SISTEM INFORMASI dan KOMPUTERISASI HAJI TERPADU )

          a. Jemaah yang bersangkutan masuk ke ruangan SISKOHAT ( Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu ) untuk melakukan proses wawancara, entry NOMOR VALIDAS  dari bank, pengambilan foto dan rekam sidik jari untuk mendapatkan NOMOR PORSI HAJI;

            b. Cetak berkas SPPH ( Surat pendaftaran Pergi Haji ) sejumlah 5 lembar.

  

4. PROSES PENDAFTARAN HAJI SELESAI

          a. Calon jemaah medapatkan lembar kesatu berkas SPPH ( Surat Pendaftaran Pergi haji )

yang didalam tertera NOMOR PORSI yang telah ditandatangani dan dibubuhi stempel dinas oleh petugas Kantor Kementeriana Agama Kota Tegal dan masing – masing diberi pasfoto 3 x 4 ;

             b. Lembar kedua  kelima di simpan di Kantor Kementerian Agama Kota ;

             c. Menunggu pemangilan pelunasan BIPH sesuai dengan waitinglistnya , adapun besaranya pelunasan menunggu dikeluarkannya Peraturan Preside tentang Pelunasan BPIH sesuai dengan nomor porsi calon jemaah haji yang diberangkatkan pada tahun tersebut.

 

Untuk informasi/Komunikasi : Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh telepon 0283 – ( 353002) atau website kemenag Kota Tegal kotategal.kemenag.go.id atau website kemenag RI www.kemenag.go.id.

 

BANK PENERIMA SETORAN ( BPS ) SYARIAH

1. Bank BNI Syariah

2. Bank BRI Syariah

3. Bank Syariah Mandiri

4. Bank Panin Dubai Syariah

5. Bank BTN Syariah

6. Bank Mega Syariah

7. Bank Muamalat

8. Bank CIMB- Niaga Syariah

9. Bank Permata Syariah

Tata & Cara Pelunasan Haji

TATA CARA PELUNASAN HAJI

 I. Pastikan nama calon jemaah telah tertera dalam daftar calon jemaah yang berhak melunasi BPIH tahap I maupun tahap II pada tahin keberangkatan haji;

 II. Besaran Pelunasan Haji menunggu Peraturan Presiden yang mengatur besaran BPIH tahun keberangkatan calomn jemaah haji;

 

A. PERSYARATAN

          1. Fotocopy KTP 3 lembar;

          2. Pas Foto terbaru berwarna 3 x 4 = 12 lembar dan 4 x 6 = 2 lembar , dengan latar belakang /background putih tampak wajah 80 %

          3. Bukti Setoran Awal BPIH yang disimpan jemaah;

          4. Membawa buku tabungan haji

          5. SPPH ( Surat Pendaftaran Pergi Haji ) lembar kesatu yang disimpan jemaah yang   menunjukkan NOMOR PORSI;

          6.  Membayar kekurangan BPIH untuk menerima bukti setor pelunasan BPIH ( Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji ) dari Bank Penerimaa Setoran.

B. PROSEDUR PELUNASAN HAJI

            1. Calon jemaah datang ke bank ( BPS BPIH ) untuk melunasi kekurangan biaya Setoran  Lunas BPIH;

            2. Menerima Bukti Setoran lunas dari bank penerima setoran;

            3. Menyerahkan Bukti Setoran Lunas BPIH dari bank ke Kantor Kementerian Agama Kota ( Seksi PHU ) untuk proses administrator dan info mengenai kewajiban calon jemaah pasca pelunasan BPIH seperti tes kesehatan dll.


PEDOMAN PENDAFTARAN HAJI REGULER

2020-10-24 22:51:03

PEDOMAN PENDAFTARAN HAJI REGULER

(Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji & Umrah Nomor D/28/2016)

 

 

  1. A.     KETENTUAN UMUM PENDAFTARAN HAJI REGULER
    1. Pendaftaran jemaah haji dilakukan setiap hari kerja sepanjang tahun;
    2. Pendaftaran jemaah haji dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota domisili calon jemaah haji sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    3. Pendaftaran haji wajib dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan untuk pengambilan foto dan sidik jari;
    4. Jemaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji dapat melakukan pendaftaran haji setelah 10 (sepuluh) tahun sejak menunaikan ibadah haji terakhir.

 

  1. B.     PERSYARATAN PENDAFTARAN HAJI REGULER
    1. Beragama Islam;
    2. Berusia Minimal 12 (dua belas) tahun pada saat mendaftar;
    3. KTP yang masih berlaku sesuai dengan domisili atau bukti identitas lain yang sah;
    4. Kartu keluarga;
    5. Akte kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah;
    6. Tabungan atas nama Jemaah yang bersangkutan pada BPS*) BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)
    7. Pas Foto berwarna 3x4 berjumlah 10 lembar dengan latar belakang berwarna putih dengan ketentuan :
      1. Warna baju/kerudung harus kontras dengan latar belakang;
      2. Tidak memakai pakaian dinas;
      3. Tidak menggunakan kacamata;
      4. Tampak wajah minimal 80 persen;
      5. Bagi jemaah haji wanita menggunakan busana muslimah.
    8. Gubernur dapat menambahkan persyaratan berupa surat keterangan domisili.

 

  1. C.     PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI REGULER
    1. Jemaah haji membuka rekening tabungan haji pada BPS BPIH sesuai domisili;
    2. Jemaah haji menandatangani surat pernyataan memenuhi persyaratan pendaftaran haji yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI;
    3. Jemaah haji melakukan transfer ke rekening Menteri Agama sebesar setoran awal BPIH pada cabang BPS BPIH sesuai domisili;
    4. BPS BPIH menerbitkan bukti aplikasi transfer BPIH;
    5. BPS BPIH menerbitkan bukti setoran awal BPIH sebanyak 5 (lima) lembar yang setiap lembarnya ditempel pas foto calon jemaah haji ukuran 3x4 cm dengan rincian sebagai berikut:
      1. Lembar PERTAMA bermaterai cukup untuk calon jemaah haji;
      2. Lembar KEDUA untuk BPS BPIH;
      3. Lembar KETIGA untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
      4. Lembar KEEMPAT untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; dan
      5. Lembar KELIMA untuk Direktorat Jendeeral Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
    6. Bukti setoran awal BPIH mencantumkan nomor validasi, ditandatangani, dan dibubuhi stempel BPS BPIH;
    7. Selanjutnya jemaah haji menunjukkan persyaratan asli dan menyerahkan salinannya, bukti aplikasi transfer asli BPIH, dan bukti setoran awal BPIH lembar PERTAMA kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk diverifikasi kelengkapannya paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pembayaran setoran awal BPIH;
    8. Jemaah haji mengisi formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan menyerahkan kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk didaftarkan ke SISKOHAT dan mendapatkan nomor porsi;
    9. Jemaah haji menerima lembar bukti pendaftaran haji yang berisi nomor porsi pendaftaran, ditandatangani, dan dibubuhi stempel dinas oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;

10.Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menerbitkan bukti cetak SPPH sebanyak 5 (lima) lembar yang setiap lembarnya dicetak/ditempel pas foto calon jemaah haji ukuran 3x4 cm dengan rincian sebagai berikut :

  1. Lembar PERTAMA untuk calon jemaah haji;
  2. Lembar KEDUA untuk BPS BPIH;
  3. Lembar KETIGA untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
  4. Lembar KEEMPAT untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; dan
  5. Lembar KELIMA untuk Direktorat Jendeeral Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

11.Bagi calon jemaah haji yang sudah menyetor dana setoran awal BPIH namun tidak menyerahkan persyaratan pendaftaran, bukti aplikasi transfer asli BPIH, dan bukti setoran awal BPIH kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melebihi waktu 5 (lima) hari kerja, maka pendaftaran dianggap batal dan dana dikembalikan kepada calon jemaah haji tersebut.