Tegal (humas) – Arena Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kota Tegal yang berlangsung di SMK Dinamika pada Rabu (23/9/2026) dipenuhi semangat ratusan pelajar SMP se Kota Tegal. Kepala Kankemenag Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, menegaskan bahwa penguasaan ilmu agama dan seni Islami harus berlanjut menjadi tindakan nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.
Dalam pesannya di hadapan para peserta, panitia, dan pendamping, Kasiman Mahmud Desky menyoroti pentingnya nilai guna dari setiap bakat keagamaan yang diasah selama perlombaan.
“MAPSI bukan sekadar panggung unjuk kebolehan, melainkan sarana penanaman karakter. Kita ingin para juara maupun seluruh peserta dari ajang ini mampu membawa nilai-nilai Islami yang mereka pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar yang paham agama dan berseni harus bisa menjadi agen perubahan yang memberi dampak langsung seperti menjaga toleransi, membawa kedamaian, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” tegas Kasiman .
Ia juga berharap para juri dan pendamping mengawal proses penilaian secara jujur dan objektif, sehingga dapat melahirkan wakil-wakil terbaik yang siap bertanding membawa nama harum Kota Tegal ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Tugas juri dan pendamping sangat menentukan kualitas para utusan daerah. Mari kita jaga integritas kompetisi ini agar anak-anak yang terpilih benar-benar mewakili mental juara dan siap melangkah lebih jauh di tingkat provinsi,” tambahnya.
Melalui kemeriahan kompetisi di SMK Dinamika ini, Kankemenag Kota Tegal optimis bahwa pembinaan keagamaan sejak dini akan terus melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta berkontribusi nyata bagi daerah.
Adapun ajang tahunan yang menjadi pembuktian ketangkasan pemahaman keagamaan para siswa ini, mempertandingkan berbagai cabang lomba bergengsi, meliputi Cerdas Cermat Islami (CCI), Seni Kaligrafi, Seni Pidato, Seni Tilawatil Qur’an, Tahfidz Qur’an 1 Juz, Tartil Qur’an, Adzan, hingga Seni Rebana.







