Tegal (humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Tegal terus memperkuat komitmen nyata dalam merawat kelestarian alam melalui pendekatan spiritual. Kepala Kemenag Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, memimpin langsung jajarannya untuk melakukan peninjauan lapangan terhadap progres program Agrikultur Ekoteologis melalui Penanaman Cabai & Terong pada Senin (2/11).

Program inovatif yang digagas oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tegal ini merupakan wujud implementasi konkret dari pilar Asta Protas Ekoteologi, sebuah gerakan strategis yang memadukan nilai-nilai dakwah keagamaan dengan pelestarian lingkungan hidup dan ketahanan pangan mandiri di wilayah Kota Tegal.
Dalam peninjauan yang berlangsung di lahan binaan penyuluh agama tersebut, Kasiman Mahmud Desky mengapresiasi tingginya konsistensi para penyuluh agama yang tidak hanya aktif membimbing umat secara spiritual, tetapi juga turut ambil bagian dalam solusi ketahanan pangan lokal.
”Gerakan Ekoteologi ini membuktikan bahwa rumah ibadah dan lembaga keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga bumi. Melalui penanaman komoditas hortikultura seperti cabai dan terong oleh IPARI, kita mengintegrasikan nilai ibadah sosial dengan kemandirian ekonomi umat,” ujar Kasiman di sela-sela peninjauan.

Program Asta Protas Ekoteologi sendiri dirancang untuk menggerakkan simpul-simpul keagamaan agar lebih peduli terhadap isu-isu ekologis. Pemanfaatan lahan di sekitar wilayah binaan Kemenag Kota Tegal ini diharapkan mampu menjadi pilot project percontohan bagi masyarakat luas dalam mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi sumber pangan produktif.
Secara terpisah, Ketua IPARI Kota Tegal, Hindun Nuuril Aimmah menyampaikan bahwa komoditas cabai dan terong dipilih karena memiliki siklus tanam yang efektif serta kebutuhan pasar yang tinggi di tengah fluktuasi harga pangan saat ini.
“Melalui pendampingan para penyuluh agama, pesan-pesan pelestarian lingkungan kini bisa disampaikan secara aplikatif. Umat tidak hanya diberi ceramah tentang pentingnya menjaga alam, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan penanaman sumber pangan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan berjalannya program ini, Kemenag Kota Tegal optimis gerakan Ekoteologi dapat terus meluas dan mengakar di tengah masyarakat, menjadikan para penyuluh agama sebagai agen perubahan yang peduli terhadap ketahanan pangan sekaligus kelestarian ekosistem bumi.






