Tegal (humas) – Kepastian arah kiblat menjadi bagian penting dalam menjamin ketepatan pelaksanaan ibadah umat Islam. Untuk mendukung hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kota Tegal menggelar rapat koordinasi Program Rashdul Qiblat yang melibatkan penyuluh agama Islam dan penghulu pada Rabu (9/7/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Tegal. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperluas edukasi sekaligus pendampingan kepada masyarakat agar mampu memverifikasi arah kiblat secara mandiri dengan memanfaatkan fenomena bayangan Matahari.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Kota Tegal, Moh. Kholil. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus mematangkan pelaksanaan Program Rashdul Qiblat agar penyuluh agama Islam dan penghulu memiliki pemahaman yang sama dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat. Melalui program ini, masyarakat dapat melakukan verifikasi dan kalibrasi arah kiblat secara mandiri dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat , yakni saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda tegak lurus dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat secara akurat.
“Momentum rashdul qiblat jangan hanya dipahami sebagai fenomena astronomi, tetapi harus menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin yakin terhadap arah kiblat tempat ibadahnya,” ujar Kholil.

Ia menambahkan, penyuluh agama dan penghulu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, keduanya diharapkan mampu memberikan pendampingan yang tepat sehingga masyarakat memahami tata cara verifikasi arah kiblat dan dapat melaksanakannya secara benar sesuai kaidah syariat maupun ilmu falak.
“Mari kita hadir di tengah masyarakat, mendampingi dengan pendekatan yang persuasif dan memberikan pemahaman yang benar. Dengan begitu, pelayanan Kementerian Agama tidak berhenti di kantor, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Kholil.

Mengakhiri kegiatan, para peserta mengikuti sesi praktik verifikasi arah kiblat menggunakan metode Rashdul Qiblat sebagai bentuk penguatan pemahaman teknis atas materi yang telah disampaikan. Melalui praktik tersebut, penyuluh agama Islam dan penghulu diharapkan semakin siap mendampingi masyarakat dalam memastikan ketepatan arah kiblat masjid maupun musala di wilayah binaannya.






