Tegal (humas) – Arus balik Lebaran di Kota Tegal menghadirkan dinamika tersendiri, di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang kembali ke perantauan. Namun, di balik padatnya perjalanan, terselip suasana hangat yang menenangkan, salah satunya melalui kehadiran masjid sebagai ruang singgah yang ramah bagi para pemudik.
Di Masjid Al Tsumery, para pemudik dapat merasakan kenyamanan yang mendukung kebutuhan beristirahat sejenak. Area masjid yang luas, lingkungan yang bersih, serta suasana yang sejuk memberikan ketenangan bagi para pelintas yang menepi dari perjalanan panjang. Sejumlah pemudik tampak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk beribadah sekaligus memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Restu (29), pemudik asal Magelang yang menuju Tangerang, menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas yang tersedia. “Kondisi Masjid Al Tsumery cukup bagus, areanya luas, adem, dan nyaman. Sangat membantu kami yang sedang perjalanan jauh,” ungkapnya.
Kehadiran masjid ramah pemudik tersebut menjadi cerminan nyata kepedulian sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan umat yang memberikan rasa aman dan nyaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, menegaskan pentingnya optimalisasi fungsi masjid dalam momentum arus mudik dan balik.
“Kami ingin masjid benar-benar menjadi tempat yang menenangkan, tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk beristirahat bagi para pemudik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peran masjid sebagai ruang pelayanan umat harus terus diperkuat sebagai wujud kepedulian dan nilai-nilai keagamaan yang inklusif.
Selain itu, Kementerian Agama Kota Tegal juga memastikan bahwa pelayanan pada Kantor Urusan Agama (KUA) tetap berjalan secara optimal pasca libur Lebaran. Di KUA Tegal Barat, layanan pernikahan tetap dilaksanakan dengan tertib di tengah suasana arus balik.
Kepala KUA Tegal Barat, Teguh Basuki, menyampaikan bahwa selama periode 24 hingga 29 Maret 2026, pihaknya telah melayani sebanyak 37 peristiwa pernikahan. “Alhamdulillah, meskipun bertepatan dengan arus balik, seluruh pelayanan pernikahan dapat berjalan lancar dan sesuai jadwal,” jelasnya. “Kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam kondisi apa pun,” imbuhnya.
Di tengah arus balik yang padat, kehadiran masjid ramah pemudik serta kesiapan layanan KUA menjadi bagian dari upaya menghadirkan ketenangan bagi masyarakat. Momentum ini tidak hanya mencerminkan kelancaran perjalanan, tetapi juga menunjukkan hadirnya pelayanan keagamaan yang humanis dan responsif di tengah kebutuhan umat.






